Beranda > Berita > NIKMATNYA SAAT BERSELINGKUH “ Sakitnya saat berhadapan hukum “

NIKMATNYA SAAT BERSELINGKUH “ Sakitnya saat berhadapan hukum “

NIKMATNYA SAAT BERSELINGKUH

Sakitnya saat berhadapan hukum “

SDN tempat End mengajar.

Klaten, TBP`67.

Dugaan perselingkuhan diduga terjadi diwilayah hukum Polsek Karangdowo, Klaten, yang diduga selingkuh kebetulan dua orang PNS ( Guru, yang seharusnya digugu dan ditiru ) tapi justru diduga memberi contoh perbuatan yang mencoreng dunia pendidikan kita.

Dasar Hukum : 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, 3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1975 tentang Wewenang Pengangkatan Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, 5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, 6. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil, 7. Pasal 15 Peaturan Pemerintah Nomor 45/1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS, 8. Peaturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

sdd saat di temui di rumahnya
end bersama kepala sekolah

Perbuatan itu diduga dilakukan oleh Sdd Kepala sekolah dasar negeri diKarangdowo, Klaten dengan End guru sekolah dasar negeri juga diKarangdowo, Klaten, hingga masyarakat sekitar mengetahui, dan menurut Parmin nama samaran warga daerah sekitar rumah tinggal End, oknum tersebut diduga digropyok oleh warga hingga akhirnya Polsek setempat datangbersama Kepala Desa diduga kena denda, hanya sayang dugaan perbuatan yang mencoreng dunia pendidikan kita itu belum sampai diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan diduga Dinas Pendidikan tidak tahu adanya perbuatan tersebut, karena bila mencuat bisa untuk pembelajaran buat kita semua.

Sdd saat dikonfirmasi dirumahnya mengatakan, itu hanya salah paham, namun mengakui kalau dia bertiga sama End, sedang ibunda End baru sakit katanya, dia juga bilang kalau digeruduk masyarakat namun tidak berani membuka pintu, serta tak lama kemudian Polsek bersama Kepala Desa datang dan dia juga sudah ditanya panjang lebar, termasuk kalau perlu divisum juga siap, namun tidak sampai visum, tambahnya.

Sedang End saat ditemui diSekolahanya bilang, ( hampir sama dengan Sdd ) hanya dia menambahkan kalau dia baru sakit, tekanan darahnya tinggi hingga 200 saat itu, dan hasil visumnya ada diPolsek, katanya.

Film hasil konfirmasi dengan End.

Dan Om Atok selaku yang dapat aduan masyarakat via SMS dari No. 085725501xxx, yang antara lain isinya : yang selingkuh bu End karo P Sdd. ….., mengatakan terlepas suka tidak suka, benar salah, dan dengan berbagai jawaban / alasan dari yang diduga berselingkuh, namun juga perlu dipertimbangkan : kalau Ibundanya End sakit … ok, kita do`akan dengan tulus semoga lekas sembuh, namun yang jadi pertanyaan adalah : dua insan dewasa berlainan jenis dalam satu rumah tanpa ada ikatan darah dan pintu terkunci, analisis kita apa yang terjadi …. ?, jangan nuduh … tidak boleh, tapi etikanya bagaimana, apalagi menurut keterangan masyarakat End hidup sudah dalam kesendirian, dan bahwa dugaan perbuatan yang sangat memalukan itu harus segera diselesaikan, baik dengan cara kekeluargaan atau dengan aturan hukum yang ada, walau kita juga harus bijak dalam menyikapi duduk permasalahan tersebut, yang antara lain : 1. Kapan hal itu terjadi, 2. Sudah berapa kali hal itu dilakukan, 3. Mengapa hal itu sampai terjadi, 4. Bagaimana ketika hal itu terjadi, lantas …, 5. Sikap dan kebijakan kita dalam mengambil langkah, karena : A. Dampak hukum bagi keluarga yang diduga pelaku, B. Dampak hukum bagi masyarakat ( bisakah untuk pembejaran kita … ? ) C. Dampak hukum bagi dunia pendidikan, namun kembali lagi supermasi hukum harus ditegakan dengan mengedepankan praduga tak bersalah, tegasnya saat ditemui.

Sedang pihak Dinas Pendidikan, pihak Inspektorat dan terkait yang lain belum ditemui. ( Team, 22 Agustus 2016 ).

Baca Juga

OPTIMALISASI UPAYA PENANGANAN KARHUTLA.

( Polres Bojonegoro Gelar Rapat Koordinasi Dengan Instansi Terkait ). Bojonegoro, B-lipsus` 19. Dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This