Beranda > Berita > MENIMBANG DEMOKRASI DUA DEKADE REFORMASI.

MENIMBANG DEMOKRASI DUA DEKADE REFORMASI.

Jakarta, B-Lipsus.

Reformasi 1998 merupakan antithesa dengan Orde Baru yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. Adanya kesenjangan cita-cita reformasi dengan realitas dimana masih adanya penegakan hukum tebang pilih, korupsi yang merajarela, adanya kriminalitas dan sebagainya, maka buku ini mencoba merespon sekaligus memotret capaian reformasi terhadap peningkatan demokrasi, pemerintahan dan pemilu, reformasi bidang kemanan serta reformasi hubungan pusat dan daerah.

Demikian sambutan Dr. Firman Noer Kapus P2 LIPI pada acara Peluncuran dan bedah Buku “Menimbang Demokrasi Dua Dekade Reformasi di LIPI Jakarta, kamis, 12 September 2019.

Peneliti LIPI punya komitmen dan tanggung jawab moral untuk menjaga negara ini dengan assesment secara jujur terhadap negara: Negara demokrasi ke-3 dunia, mulai masuknya militer aktif dalam jabatan sipil, muncul jabatan fungsional dalam militer, pembiaran negara terhadap tindak diskrimanasi terhadap orang/kelompok terhadap minoritas dan sebagainya.

Buku ini menimbang pencapaian reformasi di Indonesia pasca-Orde Baru. Ada empat kelompok tema yang ditimbang oleh para penulis yang seluruhnya merupakan peneliti pada Pusat Penelitian Politik LIPI, yakni: (1) pencapaian reformasi menuju sistem demokrasi; (2) reformasi sistem perwakilan, pemilu, dan kepartaian; (3) reformasi sektor keamanan; dan (4) reformasi hubungan pusat-daerah, desentralisasi dan politik lokal. Sebagai Editor Buku ini adalah Syamsudin Haris sedangkan para pembahas antara lain, Pencapaian reformasi menuju sistem demokrasi oleh Prof Greg Fealy Indonesianis dari Australia, reformasi sistem perwakilan, pemilu dan kepartaian oleh Prof. Dr. Valina S Subekti, reformasi sektor kemanan oleh Kepala Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjoyo sedangkan reformasi hubungan pusat-daerah,desentralisasi dan partai lokal oleh Prof. Djohermansyah Djohan. Peluncuran dan bedah buku ini dihadiri tokoh nasional, akademika, instansi pemerintah, masyarakat dan media. (sitho).

ANGSURAN NASABAH DIDUGA DITILEP.

( Diduga ada dugaan penggelapan yang belum tercium saat sidang lelang agunan ).

Saat di BPR Mulyo Lumintu Magelang.              

Saat korban melakukan pengaduan di Bhayangkara-lipsus. 

Boyolali, B-lipsus` 19.

Sidang dugaan kridit macet nasabah Bank BPR Mulyo Lumintu Magelang yang kebetulan nasabah warga Sambirejo, Rt. 07 / Rw. 01, Sumbung, Cepogo, Kab. Boyolali, sudah berlangsung dan hasil lelang sudah muncul dari Pengadilan Negeri Boyolali, No. W 12. U. 17 / 224 / HK. 02 // II / 2017, tanggal 2 Pebruari 2017.

HT, nasabah bank tersebut dinyatakan salah ( tidak memenuhi kewajibanya ) dan agunan yang berupa sertipikat Hak milik No. 1509 / Desa Sumbung, Cepogo, Boyolali luas kurang lebih 1.820 M2 atas nama HT, telah terlelang dan dimenangkan oleh Sy. seperti yang tertuang dalam berita acara No. W 12. U. 17 / 224 / HK. 02 // II / 2017.

Namun saat perjalanan waktu setelah adanya penetapan pemenang lelang, pihak nasabah mencari pendamping dan ditemukanya dugaan penggelapan sebesar Rp. 50 juta, dimana menurut nasabah saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kami telah titip dana angsuran sebesar Rp. 100. Juta, yang kata Pak Ar. selaku ketua panitera setelah bayar Rp. 100 juta selesai, dan dana tersebut diterima Pak Ad. Pengacara Bank Mulyo Lumintu, di Pengadilan Boyolali yang disaksikan oleh ketua panitera, Wishnu Wardana saksi dan kami, katanya saat ditemui.

Namun ternyata agunan kami dinyatakan telah terlelang, dan kami punya bukti kalau dana Rp. 100 juta telah diterima pihak Bank dan betul kami juga punya bukti dikeluarkan lagi dan bukti itu yang memberi pihak Bank melalui WA dari Derektur Bank.

Kini dugaan permasalahan tersebut sudah kami laporkan ke Polres Boyolali “ walaupun semestinya dana angsuran tersebut sudah jadi haknya Bank BPR Mulyo Lumintu, karena biar segera jelas duduk permasalahan dengan adanya dugaan permasalahan tersebut, dan pihak nasabah merasa dirugikan, kata Om Atok.

Jelas tertulis titipan hanya Rp. 50 juta ” kemana yang Rp. 50 juta  ? “
Berita acara dari Pengadilan Negeri Boyolali.

Surat pernyataan dari pengacara Bank Mulyo Lumintu.

Bukti kalau nasabah sudah titip Rp. 100 juta.

( Pak dapet kiriman dari pengadilan pak, tulis anaknya via WA, dan beberapa bukti surat / saksi yang ada ).

Surat penolakan penundaan eksekusi dari Pengadilan Negeri Boyolali.

Dan pihak nasabah kini dapat surat dari PN Boyolali kalau surat yang telah diajukanya mengenai penundaan eksekusi ditolak, yang berarti lelang dibenarkan dan eksekusi segera dilaksanakan, tambah Om Atok.( Red. ).

IKLAN KITA.

CAKAR-CAKAR …

Coba yok cakar di selatan Alun-alun Sukoharjo … enak and asyik lho di TOCIN CORNER.

RUMAH MAKAN TOCIN NDESO.

Mampir-mampir yok ke Tocin Ndeso … tempatnya nyaman dan menyenangkan, wao ternyata free wifi and free karaoke layar lebar lho … wao asyik …, dan ternyata juga menerima pesanan, ulang tahun disana ah … asyik, nyaman dan menyenangkan …

JUAL RUMAH BESERTA PEKARANGAN.

Dijual Rumah beserta pekarangan di Jalan Anggrek 10 Sukoharjo, Selatan Stadion Mini Sukoharjo, barat gedung DPRD Sukoharjo, bagi yang berminat silahkan hubungi kami, FY. Supriyadi / Om Atok via WA. 085878199902.

KREASI.

Yok berkreasi lewat lagu … sebagai anak bangsa yang bangga jadi warga Indonesia.

Lagu penghormatan terhadap Polri.

Lagu Perawan Ndeso, semoga menghibur. ( Red. ).

Baca Juga

OPTIMALISASI UPAYA PENANGANAN KARHUTLA.

( Polres Bojonegoro Gelar Rapat Koordinasi Dengan Instansi Terkait ). Bojonegoro, B-lipsus` 19. Dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This